February 10, 2023

Restoku Admin

Alasan TikTok Berpeluang Melanggengkan Digitalisasi UMKM

Kamu nanya TikTok itu apa? Kamu bertanya-tanya TikTok itu apa? 

Tentu kita sudah tidak asing dengan ungkapan diatas. TikTok, perusahaan asal China yang acap kali melahirkan tren di tengah masyarakat. Salah satunya sindrom “kamu nanya? kamu bertanya-tanya?” digaungkan oleh Alif, salah satu pengguna TikTok yang sukses mencuri perhatian publik. Konten kreator yang menirukan gaya Dilan dalam film Dilan 1990 itu tak hanya dikenal masyarakat, ia memanfaatkan ketenarannya untuk dijadikan ladang usaha. Hingga kini remaja berusia 18 tahun tersebut menjadi influencer TikTok dengan tarif endorsement mencapai 20 juta setiap postingannya. 

Nyatanya TikTok tak hanya menjadi aplikasi pencipta tren tetapi juga peluang bisnis. Selaras dengan hal itu, Demas Ryan selaku SMB Partnership Manager TikTok dalam webinar “Communicating Small Medium Business” (5/7/2021) menjelaskan, TikTok adalah platform yang tepat untuk merintis usaha kecil atau berbisnis. Pasalnya melalui aplikasi ini pengguna dapat berbagi cerita melalui video pendek secara organic atau apa adanya dengan jangkauan dan influence yang luas melalui iklan. Sebagaimana kita tahu di era digital ini, bidang audiovisual selalu memiliki daya tarik lebih dibandingkan media lainnya. Kehidupan digital natives sekarang memiliki kebiasaan menonton video ketimbang membaca tulisan yang panjang. 

Begitu juga dengan strategi dalam mengiklankan suatu produk, khususnya UMKM di tengah era modernisasi. Tak bisa hanya mengandalkan cara lawas. Misalnya menyebarkan brosur ataupun memasang iklan di koran. Seiring dengan berkembangnya zaman, penjual perlu membuat branding suatu produk melalui video pendek yang diyakini sebagai media paling efektif untuk meningkatkan kepercayaan dan mempengaruhi behavior pembeli. 

Dilansir dari Wyzowl’s State of Video Marketing 2021 menunjukkan, 84% seseorang membeli sebuah produk atau jasa setelah melihat video brand. Ada pula yang lebih suka menonton video pendek untuk mencari tahu sebuah produk atau servis dengan persentase data 69%. Sementara terdapat 96% seseorang menonton video untuk mempelajari sebuah produk atau jasa.

Tentu pemasaran suatu produk tidak bisa mengikuti cara lama. Sudah selayaknya penjual mengikuti trend di tengah masyarakat. Mungkin jaman dulu penjual memasang iklan di televisi, namun kini dengan bermodal gawai saja mereka bisa menjual produknya. 

Lebih lanjut, Demas mencontohkan sekumpulan ibu-ibu yang sekarang justru jarang menonton televisi tetapi malah pengguna aktif media sosial, termasuk aplikasi TikTok. Senada dengan itu, menurut GlobalWebIndex, pengguna TikTok di Indonesia  periode oktober 2019-maret 2020 didominasi usia 14-64 tahun. Adapun rinciannya meliputi tiga dari empat diantara mereka yang memiliki pekerjaan, terdapat tiga dari lima diantaranya yang sudah menikah dan tiga dari lima dari mereka adalah orang tua. 

Disamping itu, Demas juga menyampaikan, ada beberapa cerita sukses para UMKM di Indonesia yang menggunakan TikTok. Pertama, produk QueenSha yang mengalami kenaikan +70% penjualan bulan ke bulan sejak menggunakan aplikasi TikTok. Kemudian disusul yang oleh brand Tzuki yang menjual sabun pemutih badan dan wajah itu juga mengalami kenaikan penjualan dari bulan ke bulan +300-400% dan berencana hanya akan menggunakan TikTok. 

Sedangkan produk terakhir yang kini sudah memiliki berbagai cabang hampir di beberapa kota besar di indonesia yakni Es Teh Indonesia. Haidar Wurjanto selaku CEO Es Teh Indonesia juga mengungkapkan, “Kami sudah mencapai target penjualan sebelum deadline karena TikTok,” tutupnya.

Kendati demikian, TikTok saja tak cukup sebagai ladang untuk memulai bisnis. Sebab butuh kreativitas dari penjual untuk membuat video pendek di TikTok dalam waktu yang relatif singkat. Pasalnya dalam 7 detik pertama video yang penjual tayangkan harus mampu memikat hati penontonnya. Kalau tidak,  dengan gampangnya jari penonton akan bergerak ke atas melewati video tersebut. 

Demas pun menjelaskan terdapat dua poin utama yang perlu diperhatikan para pengembang UMKM jika videonya hendak sukses menaikan penjualan. Diantaranya keotentikan produk dan kepercayaan konsumen. Otentik maksudnya penjual kini tak perlu susah payah mengedit produk di photoshop untuk menghasilkan produk yang indah dan terlihat enak lantaran konsumen akan lebih tertarik pada hal-hal yang nyata. Sementara kepercayaan konsumen dibangun melalui testimoni dari pembeli sebagai alat untuk lebih meyakinkan calon pembeli. (Ilma)

Made by PT Restoku Andalan Indonesia – 2021