December 15, 2021

restokuadmin

Tips Menentukan Harga Jual Untuk Bisnis Kulinermu

Untuk mengembangkan bisnis kuliner, tentu saja kita perlu untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Namun bagaimana caranya? Tentu saja dengan memperhitungkan harga jual yang tepat. Ketika kamu bisa menetapkan harga jual yang tepat, maka kamu bisa meraup keuntungan yang banyak dan pastinya kamu bisa lebih bersaing dengan para pesaingmu. 

Penentuan harga jual produk merupakan hal cukup penting karena ketika kamu salah dalam menentukan harga jual, kamu hanya akan mendapatkan kerugian dan hal ini tentu saja akan berdampak pada aspek lain seperti perencanaan bisnis, operasional, pemasaran, dan lain sebagainya. 

Pasalnya, ketika kamu menentukan harga yang murah, besar kemungkinan pelanggan yang datang akan lebih ramai tapi di sisi lain, profit yang kamu dapatkan tidaklah banyak. Sebaliknya, ketika kamu menetapkan harga makanan yang kamu jual lebih mahal dibandingkan harga pasar maupun harga pesaing, pelanggan yang datang pun mungkin tidak terlalu ramai, tetapi keuntungan yang didapatkan mungkin bisa lebih banyak untuk satu menu makanan yang sama jika dibandingkan dengan harga jual yang lebih murah. 

Untuk itu, mari kita simak cara menentukan harga jual yang mudah dan tepat agar kamu selalu untung!

Survey Harga Menu Makanan oleh Kompetitor

Sebelum kamu menentukan harga makanan yang kamu jual ke pelanggan, sebaiknya kamu cek terlebih dahulu harga makanan yang dijual kompetitormu. Hal ini bertujuan supaya kamu memiliki referensi dan perbandingan harga jual kompetitor. Selain itu, kamu juga bisa melihat potensi untuk bersaing dengan para kompetitor. 

Tips: jangan terlalu mematok harga yang terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah ketika akan menentukan harga jual. Mengapa? karena secara prinsip, ketika kamu mematok harga jual yang lebih tinggi dari harga kompetitor atau harga pasar, sedangkan harga serta kualitas bahan baku yang kamu gunakan juga tidak jauh berbeda dengan kompetitormu, hal tersebut akan membuat konsumen potensialmu menganggap harga makanan yang dijual terlalu mahal dan akhirnya beralih ke tempat lain. 

Sebenarnya sah-sah saja jika kamu ingin mematok harga yang lebih tinggi dari kompetitor namun sebaiknya disertai dengan nilai atau “value” yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang kompetitor tawarkan. 

Nah sementara itu, jika kamu mematok harga terlalu rendah atau menetapkan harga jual makananmu di bawah harga pasar, hal tersebut dapat merusak harga pasar yang ada. Kemudian, profit yang kamu dapatkan juga tidaklah besar.

Gunakan Perhitungan Persentase Biaya Modal

Cara ini terbilang cukup mudah dan dapat kamu aplikasikan untuk bisnis kulinermu. Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah dengan menjumlahkan seluruh biaya modal termasuk bahan baku, biaya operasional, sewa tempat, gaji karyawan, dan lain sebagainya (untuk setiap menu makanan). Kemudian, hasil penjumlahan keseluruhan biaya modal tadi kamu bagi dengan target persentase biaya untuk tiap-tiap makanan yang kamu jual (misal: 20%, 25%, atau 50%). Nah, hasil dari perhitungan tersebut bisa kamu jadikan sebagai patokan untuk harga jual makananmu.

Contoh: Kamu ingin menjual jus alpukat. Total biaya modal yang kamu butuhkan adalah sebesar Rp 8.000. Lalu target persentase biaya yang kamu tentukan adalah 20% atau 0,2. Sehingga, harga jual jus alpukat tersebut adalah Rp8.000 : 0,5 = Rp16.000 rupiah. 

Gunakan Metode Harga Jual Ala Chef Arnold

Cara yang satu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara sebelumnya yaitu sama-sama menghitung total biaya modal secara keseluruhan termasuk biaya untuk pengemasan/packaging untuk setiap menu makanan, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan angka 0,3. 

Contoh: Misalkan kamu menjual salad buah. Ternyata jumlah biaya modal keseluruhan yang kamu butuhkan adalah sebesar Rp 9.000. Sehingga, harga jual untuk 1 box salad buah adalah = Rp 9.000 : 0,3 = Rp 30.000 rupiah. 

Cara yang diperkenalkan oleh Chef Arnold ini juga sangat mudah bukan? kamu hanya perlu membagi total biaya modal dengan 0,3. 

Namun, perlu di highlight bahwa harga murah atau harga mahal tidak lepas dari  harga jual di pasaran, harga jual oleh kompetitor, kualitas makanan yang disajikan dan faktor-faktor lainnya seperti lokasi penjualan yang rapi, bersih, kualitas bahan baku yang digunakan, dan juga kualitas pelayanan. Di sisi lain, dalam penentuan harga jual suatu makanan juga memperhitungkan biaya lain seperti biaya administrasi, biaya tenaga kerja, alat-alat produksi hingga biaya untuk pemasaran.

Ingin tahu informasi dan tips – tips lainnya? Yuk kunjungi #BELAJARKULINER dari RESTOKU.

Made by PT Restoku Andalan Indonesia – 2021